Ada yang menggelitik ketika saya mendengar dialog Nagabonar dan Monita dalam film Nagabonar Jadi 2. Waktu Nagabonar bertanya, mengapa Monita jatuh cinta pada Bonaga, Monita menjawab, “Bonaga tampan, pintar dan kaya. Itu sudah jadi cukup alasan bagi perempuan manapun untuk jatuh cinta”.

Mendengar jawaban Monita itu, mungkin sebagian besar dari kita akan meng’amin’i… Mendukung seratus persen. Ya, siapa sih yang tidak akan jatuh cinta pada pemuda yang tampan, pintar dan kaya ?

Tapi Nagabonar berpendapat lain. Dia segera memperlihatkan foto Kirana, almarhumah istrinya yang cantik. Nagabobar bilang bahwa dia jelek, bodoh dan miskin. Tapi mengapa Kirana yang cantik dan anak dokter itu bisa jatuh cinta padanya ?

Monita agak kebingungan menjawab, tapi akhirnya dia bilang bahwa mungkin alasan jatuh cinta di setiap jaman, berbeda.

Benarkah ?

Benarkah begitu ?

Saya kok masih berprinsip bahwa

Cinta tak membutuhkan alasan

Cinta tidak diawali kalimat :

Karena ini maka…

Karena itu maka…

Cinta itu diterima rasa

Dan rasa tak menghiraukan kriteria

Apa jadinya bila cinta sudah dipenuhi dengan prasyarat ?

(Cinta tanpa syarat untuk ALLOH SWT, Rosul-NYA dan orang yang telah dipilih untuk mendampingi hidupku…)