Puisi – puisi itu sudah tercipta sejak kau ada

Berbaris – baris rapat dan tegap

Seperti rombongan pasukan yang siap menyergap

Lalu menawan hatiku dalam penjara yang membuatku terlena terlelap

 

Puisi – puisi itu sudah tercipta sejak kau ada

Berbait – bait tersusun rapi

Anggun melintasi musim berganti

Menuju singgasana hati yang telah menanti

 

Duhai,

Bila kau lihat di keningku mengkristal peluh

Itu karena puisiku telah menempuh perjalanan jauh

 

Duhai,

Bila langsung kusambar bayangmu dalam sekali kelebat

Itu karena puisiku adalah pedang tajam mengkilat

 

Kini,

Kupercaya ’rasa’ telah tertangkap ’rasa’

Kutemu pengakuan tanpa kuminta sebelumnya

 

Adalah jerih payah puisi – puisiku yang tak pernah menyerah

Tak kenal lelah

Adalah perjalanan puisi-puisiku yang mengembara

Lalu tetap menemu yang dicarinya