Hari ini aku melihat seorang gadis cantik. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan kuharap akupun sama. Tiba – tiba dia terhuyung – huyung berjalan. Ternyata dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat, dia tersenyum.

Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh.

Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku !

Aku berhenti untuk berbelanja. Anak laki – laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira. Ketika aku pergi, dia berkata,

“Terimakasih kau sudah begitu baik. Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu.

Lihat saya buta.”

Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh.

Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan, aku melihat seorang anak dengan bola mata cemerlang. Dia berdiri dan melihat teman – temannya bermain. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, “Mengapa kau tidak bermain dengan yang lain, Nak ?”.

Dia memandang ke depan tanpa bersuara. Lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar.

Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh.

Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

Dengan dua kaki untuk membawa kemana ku ingin pergi.

Dengan dua mata untuk memandang indahnya dunia.

Dengan dua telinga untuk mendengar shimpony yang mempesona.

Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh………