Di dalam Blue Mosque yang penuh pengunjung

Blue Mosque merupakan masjid terbesar diIstanbul. Didirikan oleh Sultan Ahmed I yang naik takhta pada usia 14 tahun, pada tahun 1609 sampai dengan 1616.  Orang Turki menyebut masjid iini sebagai ‘Masjid Sultan Ahmad I’. Namun, karena eksterior masjid didominasi warna biru, orang-orang kemudian menyebutnya sebagai ‘Masjid Biru’ atau Blue Mosque. Masjid itu menghabiskan 25 ribu keping keramik dengan 50 motif berbeda. Sungguh sebuah karya yang sangat indah.

Blue Mosque mempunyai 6 menara. Ini adalah menara terbanyak. Menurut informasi yang saya dapat, menara masjid menunjukkan pangkat, jabatan ataupun kekayaan pembuatnya. Karena memiliki menara terbanyak, maka tentu saja pembuatnya adalah pejabat dengan pangkat tertinggi dan kekayaan terbanyak. Saya mulai memperhatikan beberapa menara masjid lainnya yang saya lihat. Haghia Sophia mempunyai 4 menara. Lalu dalam perjalanan menujukotaAnkara, Cappadicia, Pamukale dan lain-lain, beberapa kali saya melihat masjid dengan 2 atau sebuah menara. Konon itu dibangun oleh orang kaya setempat atau pejabat daerah.

Siang itu, masjid tersebut dikunjungi banyak orang asing. Semua dipersilakan masuk menikmati keindahan interior. Kami semua masuk dengan melepas alas kaki. Di pintu masuk, petugas telah menyediakan kantong plastik tempat alas kaki. Masjid ini mampu menampung sekitar 8 ribu jemaah. Kita harus memperhatikan jam waktu sholat, karena saat tiba waktu sholat maka masjid tertutup untuk wisatawan.

Saya dan banyak pengunjung lainnya, mengabadikan karya agung Blue Mosque dengan kamera. Nah, kamera milik adik saya Izza sempat tertinggal di dalam masjid. Beberapa saat setelah menuruni tangga keluar, Izza sadar kalau kameranya tidak ada. Maka kami kembali masuk masjid dan mencoba mengingat-ingat, dimana kira-kira kamera itu tertinggal. Mungkin saat kami beristirahat sejenak di dalam masjid… Alhamdulillah, diantara ramainya pengunjung, kamera tetap aman berada di tempatnya.

Sistem sirkulasi udara dan pencahayaan di masjid itu sangat canggih. Pada masa lalu menggunakan obor yang dinyalakan dengan minyak zaitun. Pada tiap bulan Ramadhan, Masjid Biru selalu ramai oleh jemaah yang berbuka puasa dan shalat Tarawih. Di komplek masjid terdapat makam pendiri, madrasah, dan rumah perawatan.

Kali kedua datang ke Blue Mosque