Lihatlah ada lukisan Yesus dan Bunda Maria di antara kaligrafi ALLAH & MUHAMMAD

Inilah Hagia Sophia… Sungguh anggun. Bahagia sekali ALLAH ijinkan aku sampai di tempat ini.

Hagia Sophia adalah bangunan bersejarah yang memiliki cerita sangat panjang. Didirikan sebagai Gereja Ortodoks dan merupakan bangunan Romawi terbesar pada era Byzantium di Turki. Dibangun pada tahun 532-537, saatIstanbul masih bernama Konstantinopel dan berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun.

Gereja Roh Kudus ini dibangun pada tahun 360 Masehi oleh anak Konstantinus. Hal ini tetap sampai 404 Masehi sebagai “Gereja Besar”. Dibangun dalam dimensi lebih besar oleh Thodosius II pada tahun 405. Selama pemberontakan Nika, gedung ini dibakar bersama dengan setengah dari kota pada tahun 532. Rekonstruksi berikutnya dilakukan oleh Justinian yang membawa delapan kolom Korintus dari Baalbek ke Konstantinopel. Waktu itu gedung bersejarah ini adalah katedral terbesar di dunia, namun pada tahun 989 gempa menghancurkan kubah yang indah itu dan runtuh bersama dengan banyak bagian lain.Maka, arsitek terkenalpun diundang untuk rekonstruksi oleh pemerintah Bizantium.

Sejarah pun berganti. Kekasiran Byzantium ditaklukkan oleh Kesultanan Ottoman Turki pada tahun 1453. Haghia

Gambar bernuansa Kristiani di Haghia Sophia

Sophia kemudian diubah menjadi Masjid Aya Sofia, oleh Sultan Mehmed II. Ibadah Jumat pertama kali dilakukan di bangunan ini pada tanggal 3 Juni 1453. Sultan Mehmet mengumpulkan dana guna merestorasi. Dengan dana ini, Haghia Sophia diubah menjadi masjid. Dibuatlah sebuah ceruk yang menghadap ke Kabah, menara yang terbuat dari batu bata, dan madrasah atau sekolah dengan 12 ruangan. Mosaik-mosaik yang Kristiani ditutup kapur tipis, bentuk-bentuk salib di dinding dipahat dan diukir kembali. Ada beberapa lukisan ditutupi dengan ayat-ayat Alquran. Ukiran Cherubim Angels yang terletak di atas kubah, wajahnya diganti dengan bentuk bintang. Beberapa piringan besar yang bertuliskan huruf-huruf kaligrafi dipasang di dinding dan sudut-sudut bangunan. Banyak perubahan dilakukan secara hati-hati supaya tidak merusak bangunan ini, namun nyaman digunakan untuk beribadah oleh kaum Muslim pada saat itu.  Penyesuaian lainnya adalah penambahan seperti mihrab, mimbar dan menambah empat menara di luarnya. Lonceng, altar dan lain-lain disingkirkan.

Bentuk luar Haghia Sophia tidak diubah. Kubah megahnya tetap berdiri indah, sebab Sultan Mehmed II hanya mengganti interior dalamnya.
Haghia Sophia berfungsi sebagai masjid hampir 500 tahun sehingga tahun 1935. Pada saat Kemal Attaturk memerintah, Haghia Sophia dijadikan museum. Sebenarnya, Haghia Sophia ini telah dibeli oleh Sultan Muhammad al-Fatih dengan uangnya sendiri dan telah diwakafkan sebagai masjid.

Keanggunan Haghia Sophia, museum yang dulunya pernah menjadi Gereja dan Masjid

Kini Haghia Sophia telah menjadi museum. Wajah salah satu malaikat yang semula ditutup gambar bintang, kini dikelupas kembali, sehingga nampaklah gambarnya. Kemegahannya di masa lalu masih terasa. Lukisan-lukisan dindingnya masih terawat baik. Pada tahun 1847 – 1849, bangunan ini direstorasi oleh dua bersaudara dari Swiss, Gaspare & Giuseppe Fossati, dan oleh Sultan Abdulmecid, mereka diperbolehkan untuk mendokumentasi semua mosaik yang ditemukan selama proses restorasi tersebut.
Sejumlah besar mosaik ditemukan lagi oleh sebuah tim dari American Byzantine Institute yang dipimpin oleh Thomas Whittemore. Diyakini masih banyak mosaik yang masih tertutup dan belum ditemukan ataupun hilang karena hancur.

Aya Sofya merupakan bangunan paling indah yang selamat dari api, gempa bumi dan perusakan dan menjadi bangunan

Tempat wudlu

manusia yang paling megah. Haghia Sophia (dari bahasa Yunani yang berarti “Holy Wisdom”; Latin: Sancta Sophia atau Sancta Sapientia) dibuka sebagai museum pada tanggal 1 Pebruari 1935.
Melihat bentuknya dari luar, Haghia Sophia hampir tidak beda dengan Blue Mosque. Bedanya, Blue Mosque mempunyai 6 menara, sementara Haghia Sophia memiliki 4 menara. Kelangsungan hidup yang menakjubkan dari Haghia Sophia adalah karena cinta dan perawatan selama berabad-abad. Inilah rumah doa, sejarah dan seni.