Tunjukkan pada beberapa orang sebuah gelas yang terisi air separuh, maka beberapa di antara mereka akan mengatakan bahwa gelas itu setengah penuh dan beberapa orang lain akan mengatakannya setengah kosong.

Bila dalam suatu rapat seseorang mengemukakan gagasan yang cemerlang dan inovatif, maka kita dapat melihat bahwa sebagian peserta rapat ada yang membahas mengenai keuntungan gagasan itu, dan sebagian lainnya akan berusaha sedapat mungkin menggagalkan pelaksanaannya.

Tanyailah orang-orang yang bekerja sebagai petugas pemasaran mengenai apa pendapat mereka tentang pelanggan yang mereka kunjungi, maka ada sebagian yang memberikan jawaban sinis serta tidak enak didengar, seolah-olah para pelanggan lebih sering menyulitkan mereka.

Dari tiga perumpamaan di atas terlihat ada kesamaan umum di antara mereka yang melihat gelas sebagai setengah penuh. Mereka lebih melihat tantangan ketimbang kesulitan, mereka sepenuh hati ingin memberikan layanan terbaik pada pelanggannya. Kesamaan mereka adalah, sikap positif.

Mari kita perhatikan berbagai kecakapan yang diperlukan agar kita dapat menjadi seorang manajer yang baik, yaitu kecakapan berkomunikasi, mengelola waktu, memotivasi, membuat rencana, mendelegasikan wewenang, kepemimpinan, membuat keputusan, negosiasi, dan masih banyak hal lain. Setiap kecakapan itu hanya akan berhasil bisa sungguh-sungguh berlandaskan pada sikap positif. Sikap positif merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan manajemen di abad ini.

Kita bekerja dalam suatu perusahaan yang sedang membenahi dan mengembangkan diri. Maka semua sektor, mulai dari manajer, supervisor dan staff akan merasakan beban tanggung jawab yang lebih berat, pekerjaan lebih banyak serta keputusan lebih sulit. Untuk mengatasi semua ini kita membutuhkan sikap positif untuk menanganinya. Jika kita mau bersikap positif, maka kita tidak punya waktu lagi untuk bersikap negatif.

Barangkali kita berkata, “Tetapi saya tidak punya bakat untuk bersikap positif”. Jangan khawatir… kita dapat belajar untuk menjadi lebih positif sama seperti kita belajar berkomunikasi, mengelola waktu, memotivasi dan berbagai kecapakan manajerial lain. Kita dapat mempelajari apa sebenarnya bersikap positif, bagaimana hal itu dapat dicapai, dan bagaimana sikap positif dapat diterapkan dalam berbagai situasi.

Be Positive… God Bless Us Forever !!!