Apa yang kau dapat dari sebuah doa ?

Kekuatan… keyakinan… percaya diri… ?

Ya, Islam sendiri mengajarkan bahwa doa adalah pilar bumi dan langit.

Seorang teman pernah mem-protesku dengan mengatakan, “Aaaah… doa itu candu !”.

Saya segera menukasnya dengan sigap, “Ya… dan aku telah kecanduan !”.

ALLOH adalah segalanya, dan doa adalah salah satu cara aku berhubungan denganNYA.

Doa memberiku lebih dari sekedar kekuatan, keyakinan atau percaya diri, tapi juga ketentraman dan kenikmatan hidup.

Ketika pagi ini aku masih diberkahi bangun dari tidur,

segera kuucap syukur.

Alhamdulillahi ahyana ba’da ma amajana wa ilaihinnusuur.

(Kumulai nafasku hari itu dengan doa)

Ketika kubuka jendela dan

kulihat awan sudah bertasbih di awang-awang

Angin bertasbih di sepanjang lereng gunung

Daun bertasbih bersama kupu-kupu

Sinar matahari bertasbih disela kicau burung

Kuucap

Allohumma bika asbahna wa bika amsaena

Wabika nahya wa bika namuut

Wa ilaikal masiir.

(Kuwarnai nafasku hari itu dengan doa)

Lalu kurangkai pengabdianku dengan afirmasi-afirmasi yang membuat langkahku selalu lebih mantab, “Rabb, ijinkan aku berbuat kebaikan lebih banyak lagi, hari ini

Bolehlah kiranya aku menjadikan hari ini nampak cerah bagi siapapun yang kutemui

Bismillahi tawaqaltu ‘alalloh”.

(Kuhiasi nafasku hari itu dengan doa)

Kalau doa itu caraku bercengkerama dengan ALLOH

Dan…

Membuatku ‘lebih’

Membuatku ‘yakin’

Membuatku ‘kuat’

Membuatku ‘percaya diri’

Aku rela dikatakan… aku telah kecanduan doa…

Aku akan terus berdoa