Pernahkan Anda bertanya-tanya, bagaimana pelatih ikan paus dan lumba-lumba di Sea World bisa membuat seekor paus seberat sembilan ton, melompat setinggi 7 meter keluar dari air dan memperagakan berbagai permainan ?

Mereka membuat si paus melompati lingkaran tali begitu tinggi dari permukaan air, jarak yang tak terbayangkan oleh kita. Ini benar-benar tantangan besar, sebesar tantangan yang Anda dan saya hadapi sebagai orang tua, pelatih, atau manajer.

Dapatkan Anda membayangkan cara khas yang akan dilakukan para manajer bila mereka harus menangani situasi seperti itu ?

Hal pertama yang akan kita lakukan mungkin meletakkan tali itu langsung setinggi 7 meter, tidak ada gunanya meletakkannya lebih rendah atau tak ada gunanya membanggakan kebodohan. Kita menyebutnya penentuan sasaran atau perencanaan strategi.

Jika sasarannya telah ditentukan dengan jelas, yang harus dilakukan sekarang adalah memikirkan cara untuk memotivasi si ikan paus. Maka kita beri dia hadiah ikan merah, dibelai-belai, diajak bermain-main dan yang terpenting, dia musti mendapat penegasan.

Tetapi, bagaimana kalau si paus melompat di bawah lingkaran tali ?

Tidak apa-apa, dia tidak akan dihukum dengan sengatan listrik, tidak ada kritik membangun, tidak ada omelan dan tidak ada kata-kata peringatan. Paus hanya diajari bahwa perilaku yang negatif tidak akan diakui. Dia tidak diberi hadiah ikan merah.

Penegasan positif adalah landasan dari kaidah sederhana itu, yang membuahkan hasil menakjubkan. Dan ketika si paus berhasil lebih sering melompati lingkaran tali dari pada melompat di bawahnya, si pelatih meninggikan talinya. Kenaikan itu harus berangsur-angsur dan lambat, sehingga si paus tidak kelaparan, baik secara fisik maupun secara emosi.

Eeeeemmmm… pelajaran menarik.