“Jangan telan biji-bijian… nanti kena usus buntu!”, begitu pesan orang tua.

Apakah benar, penyakit usus buntu itu disebabkan oleh tertelannya biji-bijian saat kita makan? Biji jambu, biji cabe, biji tomat… eeeitt, jangan sampai menelan biji durian lho hehehe…

Ada teman yang pernah berdiskusi dengan seorang dokter bedah. Dokter itu menerangkan bahwa dia sudah ribuan kali mengoperasi pasien usus buntu, namun belum perah menemukan biji-bijian di dalam usus buntu itu.
Dokter itu menerangkan, bahwa sakit usus buntu terjadi karena kita : KURANG MINUM AIR !
Bukan karena makan biji-bijian.
Ya, karena kurang minum air, bisa berakibat frekuensi BAB juga berkurang. Frekuensi BAB berkurang, sementara makanan yang kita makan sudah jadi sampah, yang siap dibuang, mampet di usus besar. Akhirnya kotoran tersebut naik, dan masuk ke usus buntu.
Karena sudah berupa kotoran, lalu membusuk, terjadilah infeksi. Saat infeksi terjadi, kadar darah putih naik. Maka saat di cek darah, kadar lecocyt pasti naik dengan tajam.
So, kalau mau terhindar dari usus buntu, perbanyaklah minum air !
Kotoran didalam usus buntu akan keluar di ‘flushing’ oleh air putih.