Umar Bin Khattab…
Betapa aku sangat mengagumi sosok sahabat yang satu ini. Disamping ketaatannya kepada Allah dan Rasul-Nya, Umar Ibnul Khattab juga terkenal sebagai orang yang bertabiat keras, tegas, terus terang dan jujur. Sejak memeluk Islam ia menyerahkan seluruh hidupnya untuk kepentingan Islam dan kaum Muslimin. Baginya tak ada kepentingan yang lebih tinggi dan harus dilaksanakan selain perintah Allah dan Rasul-Nya.
Kekuatan fisik dan mental Umar Bin Khattab, ketegasan sikap dan keadilan-nya, Ditambah lagi dengan keberaniannya bertindak, membuatnya menjadi seorang tokoh
dan pemimpin yang sangat dihormati dan disegani, baik oleh lawan maupun kawan. Sesuai dengan teladan yang diberikan Rasululloh SAW, Umar hidup sederhana dan sangat besar perhatiannya kepada kaum sengsara, terutama mereka yang diperlakukan secara tidak adil oleh orang lain.

Umar Bin Khattab dibai'at sebagai Khalifah berdasarkan pencalonan yang diajukan oleh khalifah Abu Bakar, beberapa saat sebelum Abu Bakar wafat. Masa kekhalifahan Umar berlangsung selama kurang lebih 10 tahun. Di bawah pemerintahannya, wilayah kaum muslimin bertambah luas dengan kecepatan luar biasa. Seluruh Persia jatuh ke tangan kaum Muslimin. Sedangkan daerah-daerah kekuasaan Byzantium, seluruh daerah Syam dan Mesir, satu persatu bernaung di bawah bendera tauhid. Penduduk di daerah-daerah luar Semenanjung Arabia berbondong-bondong memeluk agama Islam. Dengan demikian lslam bukan lagi hanya dipeluk bangsa Arab saja, tetapi sudah rnenjadi agama berbagai bangsa.
Sukses gilang-gemilang yang tercapai tak dapat dipisahkan dari peranan Khalifah Umar Ibnul Khattab sebagai pemimpin. Ia banyak mengambil prakarsa dalam mengatur administrasi pemerintahan sesuai dengan tuntutan keadaan yang sudah berkembang. Demikian pula di bidang hukum. Dengan berpegang teguh kepada prinsip-prinsip ajaran Islam, dan dengan memanfaatkan ilmu-ilmu yang dimiliki para sahabat Nabi lainnya, Umar berhasil memfatwakan bermacam-macam jenis hukum pidana dan perdata, disamping hukum-hukum yang bersangkutan dengan pelaksanaan peribadatan.
Tetapi bersamaan dengan datangnya berbagai sukses, saat itu kaum Muslimin sendiri mulai dihadapkan kepada kehidupan baru yang penuh dengan tantangan-tantangan. Dengan adanya wilayah Islam yang bertambah luas, dengan banyaknya daerah-daerah subur yang kini menjadi daerah kaum Muslimin, serta dengan kekayaan yang ditinggalkan oleh bekas-bekas penguasa lama (Byzantium dan Persia), kaum Muslimin Arab mulai berkenalan dengan kenikmatan hidup keduniawian. Hanya mata orang yang teguh iman sajalah yang tidak silau melihat istana-istana indah, kota-kota gemerlapan, ladang-ladang subur menghijau dan emas perak intan-berlian berkilauan. Kaum muslimin Arab sudah biasa menghadapi tantangan fisik dari musuh-musuh Islam yang hendak mencoba menghancurkan mereka, tetapi kali ini tantangan yang harus dihadapi jauh
lebih berat, yaitu tantangan nafsu syaitan, yang tiap saat menggelitik dari kiri-kanan, muka-belakang.
Tantangan berat itulah yang mau tidak mau harus ditanggulangi oleh Khalifah Umar Ibnul Khattab r.a. Berkat ketegasan sikap, kejujuran dan keadilannya, dan dengan dukungan para sahabat yang tetap patuh pada teladan beliau, Khalifah Umar berhasil menekan dan membatasi sekecil-kecilnya penyelewengan yang dilakukan oleh
sementara tokoh kaum Muslimin. Pintu-pintu korupsi ditutup sedemikian rapat dan kuatnya. Tindakan tegas dan keras, cepat pula diambil terhadap oknum-oknum yang bertindak tidak jujur terhadap kekayaan negara. Sudah tentu ia memperoleh dukungan yang kuat dari semua kaum muslimin yang jujur, sedangkan oknum-oknum yang berusaha keras memperkaya diri sendiri, keluarga dan golongannya, pasti melawan dan
memusuhinya.
Selama berada di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnul Khattab r.a., musuh-musuh kaum muslimin memang tidak dapat berkutik. Namun bahaya latent yang berupa rayuan kesenangan hidup duniawi, tetap tumbuh dari sela-sela ketatnya pengawasan Khalifah.

Dalam menghadapi tantangan yang sangat berat itu, Khalifah Umar banyak menerima bantuan dari Imam Ali. Dalam masa yang penuh dengan tantangan mental dan spiritual itu, Imam Ali menunjukkan perhatiannya yang sangat besar.