Berikut ini ada sebuah kisah menarik dari negeri China yang patut kita jadikan bahan pelajaran dalam kehidupan. Terutama untuk mertua dan menantu, maupun calon mertua dan calon menantu.

Dikisahkan, suatu hari, seorang nyonya menceritakan rahasia keharmonisan keluarganya.

Saat belum menikah, terus terang saya tidak bisa memasak, karena di rumah kami semuanya ditangani oleh pembantu. Tetapi ketika menikah, mau tidak mau saya juga harus belajar memasak.

Awalnya sungguh sulit sekali.
Suatu ketika saya menanak nasi terlalu keras, bahkan sampai gosong bagian bawahnya. Ketika makan malam, saya sungguh takut kalau diomelin mertua. Tapi tahukah, apa yang dikatakan mertua saya?
“Wah… Zhong, Kamu sungguh beruntung. Istri kamu sungguh tahu selera makan kamu. Nasi hari ini sungguh cocok dengan kuah sayur panas mengepul ini. Ayo makan lebih banyak lagi.”
Saya hanya bisa tersipu-sipu saat itu. Saya kemudian lebih berhati-hati lagi bila memasak nasi. Takaran air benar-benar diperhatikan. Tapi suatu ketika malah saya kebanyakan menaruh airnya. Akibatnya nasinya menjadu semacam bubur kental saja.
Tapi saat makan, mertua saya malah berkata penuh kasih, “Pa.. Coba lihat, menantu kita sungguh mengerti. Tahu gigi kamu sudah gak begitu kuat, hari ini khusus memasakkan nasi lembut tambah sambal enak. Makan yang banyak ya?”.

Saat dalam keadaan santai, saya mengutarakan pada ibu mertua betapa malunya saya. Beliau hanya tersenyum dan berujar, “Kamu sedang belajar menjadi menantu yang baik. Keluarga kami sungguh beruntung dengan adanya kamu yang membantu mengurusi anak dan keluarga. Bagaimana mungkin saya bisa marah? Mama tahu kamu sudah berusaha yang terbaik. Mama bisa mengerti, Karena mama juga seorang menantu. Mama adalah menantunya nenek. Jadi mama sungguh paham bagaimana perasaan seorang menantu.”

Hari itu saya sungguh terharu dan saya memutuskan untuk menunjukkan diri saya sebagai menantu terbaik.
Hanya mertua yang arif dan menantu bijaksanalah yang akan mendatangkan sukacita dan tawa-ria dalam keluarga.
Keluarga rukun harmonis dimulai dari diri kita masing-masing, selalu berusaha berbuat yang terbaik.

Semoga kita mendapatkan hikmah dari pelajaran dari kisah ini.