Apa yang Anda bayangkan tentang sosok R.A. Kartini dulu?

Ringkih?

Pemalu?

Tak banyak tingkah?
Oooh… Ternyata, R.A. Kartini lincah, banyak gerak, cerdas dan cermat pengamatannya, demikian yang ditulis oleh Profesor Elisabeth Keesing, guru besar sejarah di Universitas Amsterdam. Elisabeth Keesing menambahkan, “…ia suka melompat-lompat, kakak perempuan dan kakak lelakinya yang tertua menjulukinya ‘kuda kore’ atau kuda liar. Saudara-saudaranya menganggap R.A. Kartini adalah anak yang tak tahu sopan-santun, yang tak dapat dijadikan teladan bagi adik-adiknya. Karena gerak dan kelincahannya itu, ayahnya menjulukinya ‘Trinil’ atau burung kecil.  Ayahnya suka memanggilnya ‘Nil’…”
Namun R.A. Kartini suka merenung. Semua itu dilakukannya dengan semangat tinggi dan sungguh-sungguh sehinga kadang-kadang ia harus mengungkapkannya.

R.A. Kartini adalah seorang pendobrak kemapanan.

Dialah salah satu agen perubahan yang sesungguhnya.

Selamat Hari Kartini untuk para sahabat perempuanIndonesia.