Saudaraku,

Dalam hidup ini kita bertemu dengan banyak orang dengan berbagai karakter. Masing-masing mempunyai pemikiran berbeda dan memiliki aneka pendapat yang sering tidak sama. Agar kehidupan di dunia ini terasa nyaman dan damai, demi kebaikan bersama, maka kita perlu saling nasehat – menasehati. Disini kalimatnya adalah ‘saling nasehat – menasehati’. Itu artinya ada jalur dua arah… memberi dan menerima.

Bagaimana cara memberi nasehat yang ‘indah’ ?

Bukannya memarahi, mengecam, menghujat atau menyindir ?

Mari kita belajar dari sebuah riwayat.

Dalam sebuah riwayat diceritakan, suatu saat seorang anak kecil yang akan melaksanakan wudhu, melihat seorang tua sedang berwudhu dengan cara yang salah. Anak itu menunggui si orang tua hingga selesai, kemudian menyapanya, “Kek, saya sedang belajar wudhu, maukah kakek mengamati wudhu saya ? Tolong benahi jika wudhu saya masih salah”.
Kemudian anak kecil tersebut berwudhu sampai selesai dengan cara yang benar dan tertib, sehingga membuat si orang tua sadar bahwa anak kecil tersebut sebenarnya sedang menunjukkan pada dirinya, bagaimana cara berwudhu yang benar.
Luar biasa, apa yang dilakukan si anak tersebut.

Saudaraku,

Saya hanya berbagi, semoga bermanfaat.

Mohon maaf lahir batin.